A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: strtotime() [function.strtotime]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: viewer/posting.php

Line Number: 11

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: date() [function.date]: It is not safe to rely on the system's timezone settings. You are *required* to use the date.timezone setting or the date_default_timezone_set() function. In case you used any of those methods and you are still getting this warning, you most likely misspelled the timezone identifier. We selected 'Asia/Krasnoyarsk' for 'WIB/7.0/no DST' instead

Filename: viewer/posting.php

Line Number: 11

TUNTUNAN IBADAH QURBAN


Posted on 30 November -0001 by hendi


TUNTUNAN IBADAH QURBAN*

 

Ibadah Qurban sebagai Pembuktian Tauhid

Katakanlah: “Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am: 162)

 

Ibadah Qurban sebagai Ungkapan Syukur

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 1-2)

 

Ibadah Qurban Seyogyanya tidak Ditinggalkan oleh Setiap Keluarga yang Mampu

            Rasulullah SAW bersabda: ”Wahai umat manusia, sesungguhnya diperintahkan kepada setiap keluarga, di setiap tahun, melakukan qurban dan atirah.” (HR. Ahmad)

            Dalam hadis lain beliau bersabda: ”Barangsiapa mendapatkan keluasan rezeki, lalu dia tidak melakukan qurban, maka jangan sekali-kali mendekati lapangan tempat shalat kami.” (HR. Ahmad)

 

KEUTAMAAN IBADAH QURBAN

 

 

 

            Rasulullah SAW bersabda: ”Tidaklah seseorang melakukan suatu amalan di hari Nahr (Hari Raya Qurban) yang lebih disukai Allah melebihi dari menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu akan benar-benar datang pada hari kiamat lengkap dengan tanduk, bulu dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya darahnya benar-benar tumpah di suatu tempat di mata Allah sebelum ia tumpah di muka bumi. Maka lakukanlah ibadah qurban dengan ketulusan jiwa.” (HR. Al-Hakim)

 

KETENTUAN HEWAN YANG LAYAK UNTUK QURBAN

            Yang paling utama bagi seorang yang hendak berqurban adalah dengan unta, kemudian dengan lembu, kemudian dengan domba dan kemudian dengan kambing. Diutamakan dari masing-masing jenis ini adalah pejantan sempurna. Ini lebih utama dari pejantan yang dikebiri. Sedangkan jantan yang dikebiri lebih utama daripada yang betina.

 

Satu Hewan Qurban untuk Satu Orang dan Keluarganya

            Dari Abu Ayyub Al-Anshari, ia berkata: “Seseorang di masa Nabi SAW menyembelih satu kambing kurban sebagai ibadah qurban dari dirinya dan dari keluarganya. Mereka makan dan memberikan makan kepada orang lain.” (HR. Ibnu Majah)     

 

Satu Unta atau Satu Lembu untuk Qurban Tujuh Orang

            Dari Jabir, dia berkata: ”Kami bersama Rasulullah SAW saat di Hudaibiyah, menyembelih seekor unta untuk tujuh orang dan seekor lembu untuk tujuh orang.”

 

Memilih Hewan dengan Bentuk dan Warna yang Terbagus

            Hewan qurban hendaknya gemuk, yang bertanduk bagus, dan berbulu putih bercampur warna agak gelap. Atau yang ada warna kehitaman di sekitar matanya, di sebagian perutnya, dan di keempat kakinya. Ini untuk domba. Meskipun domba dengan warna apapun adalah sah.

 

Syarat Umum Hewan yang Sah untuk Qurban

a. Umur:

1. Unta       : 4 tahun dan memasuki tahun kelima

2. Lembu    : 2 tahun dan memasuki tahun ketiga

3. Domba    : 1 tahun penuh, menurut Imam Nawawi. Pendapat lain, 6 bulan 

                     memasuki  bulan ketujuh atau 7 bulan sampai satu tahun.

4. Kambing : 1 tahun memasuki tahun kedua.

 

 

b. Sehat dan tidak cacat

Cacat yang mempengaruhi tidak sahnya hewan untuk qurban:

  1. Cacat mata yang mencolok
  2. Berpenyakit yang mencolok
  3. Cacat kaki (pincang) yang mencolok
  4. Kurus yang mencolok yang tulangnya tidak bersungsum.
  5. Cacat telinga (sobek lebih dari separuh).
  6. Patah tanduk lebih dari separuh.
  7. Terpotong ekornya, menurut madzhab Syafi’i.

 

ADAB MELAKUKAN IBADAH QURBAN

  1. Ketulusan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang sampai kepadaNya.” (QS. Al-Hajj:37)

  1. Orang yang menyembelih qurban, saat memasuki tanggal 1 Dzulhijjah, sangat makruh baginya memotong kuku, mencabut  atau memotong rambut di tubuhnya hingga usai ia menyembelih hewan qurbannya. Nabi SAW bersabda:

Tinggalkan Komentar:


Pencarian Artikel